Berkaca dari Tragedi Zahro Express, Teknik Uitemate Ini Efektif Saat di Dalam Air, Mudah Ditiru untuk Menyelamatkan Diri di Air

uitemate_20170106_113538

Pertistiwa terbakarnya Kapal Motor Zahro Express membuat banyak pihak terpukul.
Sebanyak 23 penumpang meregang nyawa akibat bencana yang terjadi di awal tahun 2017 itu.
Beberapa korban tewas diakibatkan karena tenggelam.
Sebab, saat kejadian banyak penumpang yang panik sehingga memilih terjun ke laut.
Ada penumpang yang berhasil selamat, namun beberapa lainnya meninggal.
Sebenarnya, ada teknik khusus agar tubuh bisa tetap mengambang dalam waktu yang cukup lama tanpa bantuan pelampung.
Dikutip dari The Japan Times, seorang peneliti asal Jepang bernama Hidetoshi Saitoh menemukan teknik mengapung yang cukup efektif.
Teknik tersebut diberi nama uitimate yang berarti mengapung.
Menurut sebuah survei yang dilakukan oleh Badan Kepolisian Nasional, 803 orang di Jepang meninggal atau hilang dalam kecelakaan yang berhubungan dengan air tahun lalu.
Dari jumlah tersebut, lebih dari 47 persen berusia di atas 65 tahun, sedangkan sisanya kebanyakan antara SMA usia pascasarjana dan 65 orang.
Hanya 44 orang di usia dibawah sekolah menengah pertama (SMP).
Untuk mencegah banyaknya korban tenggelam, semakin banyak anak-anak di seluruh Asia yang dilatih teknik ini.
Hidetoshi Saitoh yang juga Wakil Presiden Universitas Teknik Nagaoka ini yakin kalau teknik ini disebarluaskan, korban tewas akibat tenggelam akan berkurang.
Uitemate berasal dari konsep bahwa banyak korban tewas karena tenggelam saat berpakaian lengkap.
Pada tahun 2008, ketika lima orang di Kota Kobe tenggelam di Sungai Toga selama hujan badai berat.
Ajaibnya, seorang siswa SD diselamatkan karena ia berhasil bertahan dengan memegang ranselnya.
Teknik Uitemate ini pada prinsipnya sangat sederhanya.
Yang harus ditanamkan ketika sewaktu-waktu tenggelam ialah tetap tenang dan jangan panik.
Lalu, agar tubuh tetap bisa mengambang, posisikan badan seperti terlentang, dengan wajah menghadap ke langit.
Pastikan posisi wajah mulai dari dagu hingga mata berada di atas permukaan air, dengan tujuan agar bisa tetap bernafas.
Kedua tangan pun direntangkan.
Bila saat di dalam air mengenakan alas kaki, jangan dilepas.
Sebab, sepatu akan membantu tubuh agar tetap mengapung.
Bila menemukan benda semacam botol plastik kosong, simpan kemudian dekap di bagian dada.
Benda tersebut akan membantu agar tetap mengapung.
Teknik ini terbukti menyelamatkan banyak nyawa saat kejdian tsunami di Jepang pada 11 Maret 2011, tepatnya di kota pesisir Higashimatsushima.
Teknik ini terus diajarkan ke sekolah-sekolah dasar di Jepang.
Sejak 2012, teknik ini juga diajarkan di beberapa negara Asia, seperti Thailand, Sri Lanka dan Filipina.
Teknik ini juga telah disebarkan di Indonesia.
Untuk lebih mudahnya, perhatikan video di bawah ini:

Comments