Hidup Susah Berjualan Mi, Kisahnya Bak Cinderella, Perempuan Ini Dilamar Pria yang Ternyata Merupakan. . .

gadis-penjual-mi_20170109_103850

Seorang perempuan penjual mi hidup susah.
Dia harus merawat ibunya yang sakit dan adiknya yang masih bersekolah.
Perempuan muda ini biasanya membuka lapak dagangnya setiap hari di pinggir jalan sebuah daerah di Malaysia.
Bukan tempat makan yang besar, hanya ada 2 sampai 3 meja di warung minya.
Saat dagangannya laris, dia bisa mengumpulkan hingga RM200 – RM300 atau sekitar Rp.600 ribu hingga Rp.900 ribu.
Namun, jika dia kurang beruntung, maka dia hanya pulang membawa lelah.
Ternyata, setiap hari seorang pria datang ke warung makannya.
Dia selalu memesan menu mi yang paling murah.
Mereka kadang juga mengobrol sedikit.
Sang pria biasanya menanyakan berapa uang yang telah ia dapatkan dan apakah bisnisnya berjalan lancar.
Pria tersebut berpakaian sederhana, dia datang ke warung perempuan itu dengan berjalan kaki.
Si penjual pun mengira pria tersebut sangat miskin.
Bahkan ia juga menganggapnya sebagai pria yang malas karena lebih memilih membeli mi murah daripada masak sendiri.
Suatu hari, tanpa disangka, pria tersebut bertanya apa dia memiliki pacar.
Sang penjual pun menjawab, “Aku sangat miskin. Ibuku menderita stroke dan adik laki-lakiku masih bersekolah. Siapa yang mau denganku?”
Sang laki-laki menjawab dengan mantap, “Aku mau.”
Perempuan tersebut kaget luar biasa.
Sayangnya, ia memutuskan untuk menolak sang pria.
Namun, sejak saat itu si laki-laki justru selalu datang ke kedainya tepat pada pukul 6 sore.
Bahkan tak jarang si pria membantunya berjualan.
Pada Hari Valentine 2013, dia tidak datang ke tempatnya berjualan.
Sang perempuan mengira pasti si laki-laki tersebut sedang berkencan.
Meski merasa sedih, ia tak mau menyalahkan pria tersebut.
Ternyata, pada pukul 8 malam, laki-laki misterius itu datang membawa seikat bunga dan menyatakan cintanya lagi.
Mereka akhirnya memutuskan untuk berpacaran.
Si pria berulang kali mengajaknya ke rumah namun waktunya selalu tidak tepat.
Setahun kemudian, pada April 2014, akhirnya dia berkesempatan pergi ke rumah pacarnya.
Betapa kagetnya ia saat tiba, ternyata pria tersebut tinggal di sebuah rumah mewah yang tidak pernah dikatakan.
Awalnya, si penjual tersebut merasa kecil hati karena menyadari perbedaan statusnya.
Namun, saat memasuki rumah, dia disambut oleh ibu sang pacar dengan hangat.
Kejutan tak hanya sampai di situ.
Ternyata si perempuan pernah bertemu dengan ayah pacarnya sebelumnya.
Ayah pacarnya ternyata sering mengalami pikun.
Suatu hari ia tersesat hingga datang ke warung makannya.
Merasa kasihan, perempuan tersebut memberinya semangkuk mi sebelum akhirnya mengantarkannya ke kantor polisi.
Setelah diantar ke rumah, pria bercerita tentang si penjual perempuan pada keluarganya.
Ternyata karena itulah kemudian sang anak sering pergi ke sana.
Awalnya ia ingin memberi uang sebagai rasa terima kasih, namun ternyata dia juga menyukai buatan si penjual.
Kini mereka berdua telah menikah.
Keluarga sang perempuan juga sudah sejahtera dan adiknya sudah lulus.
Segala perjuangan yang telah ia lalui terbayar dengan berkah kehidupan yang ia miliki sekarang.
Bahkan, sang perempuan tersebut kini tengah mendandung.
Kisah ini dibagikan oleh sang perempuan melalui situs themalaysianrecipe.com.
Siapa sangka, kebaikan kecil yang dia lakukan telah memberi perubahan besar pada hidupnya.


Comments