Hina Pancasila! Indonesia Hentikan Kerjasama Militer dengan Australia

05-00

Indonesia memutuskan menghentikan seluruh kerjasama militer dengan Australia yang berlaku segera, karena adanya bahan yang dianggap menghina yang dipajang di markas pasukan komando Australia di Perth.
Kepala Pusat Penerangan Markas Besar Tentara Nasional Indonesia Mayor Jenderal Wuryanto membenarkan dan mengatakan kepada ABC bahwa kerjasama militer antara TNI dengan Australian Defence Force (ADF) dihentikan segera.
Namun, alasan rinci penyebab penundaan kerja sama militer kedua negara itu, Wuryanto menolak menjelaskannya.
Ia menolak memberikan pengukuhan mengenai alasan penghentian kerjasama, dengan mengatakan ini adalah masalah teknis, dan selalu ada ‘pasang surut dalam setiap kerjasama antar militer kedua negara.”
“Hanya bersifat teknis,” kata Wuryanto diplomatis saat ditanya, di Jakarta, Selasa (3/1).
Disinggung mengenai kemungkinan adanya sikap arogansi dari ADF yang melecehkan TNI, Wuryanto membantah. “Enggak ada. Masalah teknis saja,” katanya.
Kopassus tersinggung dengan materi yang dipajang
Menurut laporan yang diperoleh ABC, pasukan komando Indonesia, Kopassus sedang berlatih dengan pasukan komando Australia (Special Air Service) di salah satu unit mereka di Perth (Australia Barat).
Namun koran Indonesia, Kompas melaporkan bahwa seorang instruktur Kopassus tersinggung dengan materi yang dipajang di fasilitas latihan tersebut.
Material yang ‘dilaminasi’ tersebut menurut Kompas menghina dasar negara Pancasila.
Masih belum jelas berapa lama penghentian kerjasama akan terjadi, dan apakah penghentian ini akan mempengarui latihan bersama di masa depan antara Indonesia dan Australia.
Sebelum munculnya insiden ini, hubungan militer antar kedua negara sudah mengalami peningkatan.
Ketidakpastian rencana latihan bersama AL Indonesia dan Australia
Angkatan Laut kedua negara rencananya akan ikut serta dala latihan militer multinasional pada Februari mendatang.
Namun juru bicara Angkatan Laut Indonesia mengatakan baru saja mengetahui adanya pernyataan tentang penundaan kerjasama militer dengan Australia tersebut.
“Apakah latihan bersama ini akan dilanjutkan atau tidak, akan kami konfirmasi nanti.” kata Laksamana Pertama Sipasulta Mozes.
“Pertama saya perlu keterangan lebih detil terlebih dulu, biasanya kami tidak menangguhkan pendidikan dan latihan tapi sekarang saya dengar kita membatalkan semua bentuk kerja sama.”
Sebelum insiden ini terjadi hubungan militer kedua negara telah mengalami peningkatan. Penangguhan kerja sama pernah terjadi terakhir kali pada 2013 menyusul skandal penyadapan telepon oleh Australia.
Dokumen yang diperoleh oleh ABC dan Guardian Australia mengungkap pada 2009 intelijen Australia berusaha memanfaatkan dan menyadap handphone milik presiden Indonesia ketika itu Susilo Bambang Yudhoyono. 

Comments