Pernah Lima Kali Operasi Caesar, Seorang Ibu Alami Sesuatu Hal yang Mengejutkan

janin_20170105_195251

Sebuah foto USG baru-baru ini menunjukkan sebuah fenomena langka. Foto dan laporan yang diterbitkan dalam New England Journal of Medicine menunjukkan kantung ketuban seorang wanita pecah dan kaki janin terlihat berada di luar rahim. Menurut Live Science, kondisi ini di sebabkan kantung ketuban yang tumbuh lebih panjang dan bersamaan dengan kaki janin.
Foto USG tersebut adalah milik seorang wanita hamil yang merasa tidak ada yang salah sampai melakukan USG pada usia 22 minggu. Wanita tersebut ternyata telah menjalani operasi caesar sebanyak lima kali.
Ibu hamil ini menyadari risiko sangat tinggi di kehamilan yang keenam ini. Kantung ketuban yang tidak normal ternyata menempatkan risiko janin dalam bahaya seperti ketuban pecah dini serta kelahiran prematur.
Siapa sangka pada usia 30 minggu, kantung ketuban membesar dua kali lipat. Kantung tersebut bahkan telah berisi perut dan kaki janin. Sebagian tubuh janin sudah masuk ke dalam kantung ketuban.
Akhrinya dokter pun mengambil tindakan operasi caesar. Meski hanya memiliki berat sebesar 0,5 kilogram, anak ini seperti anak normal dalam kurun waktu enam bulan.
Dalam laporan tersebut, Dr Pierre Emmanuel selaku penulisnya mengatakan bahwa ini pertama kalinya ia melihat kasus seperti itu. Ia mencatat hanya 26 kasus yang terjadi sebelumnya.
Terlalu banyak melakukan oeprasi caesar menjadi penyebab terjadinya masalah pada kantung ketuban. Menurutnya, kantung ini tumbuh dari dinding rahim yang melemah akibat operasi caesar yang dilakukan berkali-kali.
Hal serupa juga dikatakan oleh Yvone Bohn, MD, salah seorang dokter kandungan di Saint John Health Center di California.
“Meskipun kasus ini memang sangat jarang, kondisi kantung ketuban yang pecah dan melebar memang sangat mungkin disebabkan oleh operasi caesar sebelumnya,” ujarnya seperti yang dikutip dari Parents.com. Menurutnya operasi caesar yang dilakukan tiga hingga empat kali memang dapat berpotensi masalah yang serius.

Comments