Waspada! Penipuan Via Telepon Lagi Marak, Modusnya Pelaku Menyamar sebagai Anggota Keluarga

struk-penipuan_20170108_221411

Penipuan melalui sambungan telepon bukan hal yang baru lagi.
Banyak modus yang dilakukan oleh penipu untuk meyakinkan korbannya, sehingga korban merasa terkecoh dan tak merasa dirinya sedang ditipu.
Hal ini pernah juga dialami oleh wanita asal Cemani, Grogol, Kabupaten Sukoharjo, bernama Indita Kameswari.
Ia menjadi korban penipuan dengan modus penipu mengaku salah satu keluarganya terkena tilang polisi, Minggu (8/1/2017) sore.
Kepada TribunSolo.com, Minggu (8/1/17), dirinya mengatakan jika sudah tertipu dengan nominal uang sekitar 14 juta.
“Awalnya ada yang nelfon bilangnya om saya, karna suaranya mirip banget sama om saya akhirnya saya percaya,” kata Indita.
“Bilangnya lagi ketilang dan gak bawa STNK, trus minta tolong saya buat transfer sebanyak 500ribu awalnya,” lanjutnya menceritakan perihal penipuan yang menimpanya.
Dia juga mengatakan jika pelaku yang berbicara dengannya lebih dari tiga orang.
Adapun tugas tiga pelaku adalah satu orang mengaku sebagai saudaranya.
Sedangkan dua yang lainnya berpura-pura menjadi petugas kepolisian.
“Waktu minta transfer saya kayak dipandu dari telfon, awalnya Rp 500 ribu, terus Rp 4,5 juta, nambah lagi Rp 4,5 juta, nambah lagi yang terakhir Rp 5 juta, bilangnya buat syarat karena bawa kendaraan gak ada identitasnya”, katanya
“Tapi karena transfer dari ATM cuma bisa berapa kali doang buat ATM yang beda, mereka minta saya buat transfer ke ATM yang sama beberapa kali trus membayar dengan cara mengisi pulsa  ke nomor masing-masing Rp 500 ribu sama Rp 200 ribu berkali-kali,” lanjutnya
Indita mengatakan bahwa selama dirinya diminta mentransfer sejumlah uang, telepon yang ia gunakan tidak boleh dimatikan dan tidak boleh ada orang yang tahu.
Setelah telepon dimatikan oleh pelaku, ia baru menyadari bahwa telah menjadi korban penipuan.


Comments